Kategori: Universitas

Terdapat 7 Universitas Unggul dan Favorit di Jakarta Timur Tahun 2024

No Comments
Terdapat 7 Universitas Unggul dan Favorit di Jakarta Timur Tahun 2024

sme-school.com – Salah satu kota yang banyak infrastruktur di Jakarta adalah Jakarta Timur, di sana Anda sanggup banyak mendapatkan hunian tapak berdiri. Kebanyakan calon penyewa maupun jual tempat tinggal dan apartemen di Jakarta Timur adalah mereka para keluarga muda yang mendambakan punyai area tinggal yang berada di lokasi yang strategis dan punyai sarana yang lengkap.

Jakarta Timur terhitung punyai lebih dari satu sarana publik penting, layaknya tempat tinggal sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Ada lebih dari satu tempat tinggal sakit besar di Jakarta Timur, layaknya Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Rumah Sakit Harapan Bunda dan lain-lain. Jakarta Timur terhitung punyai lebih dari satu sekolah dasar, sekolah menengah, dan universitas, layaknya Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas YARSI, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Borobudur dan lain-lain.

Rekomendasi Universitas Terbaik di Jakarta Timur

Berikut inilah universitas paling baik di jakarta timur tahun 2024:

1. Akademi Keperwatan Pasar Rebo Jakarta

Kampus di Jakarta Timur sesudah itu yaitu Akademi Keperawatan Pasar Rebo Jakarta. Akper Pasar Rebo ini udah berdiri sejak tahun 1998. Kampus ini merupakan keliru satu universitas bidang keperawatan yang menyelenggarakan program belajar pada tingkat diploma III (D3). Kampus ini terdapat di Jl. Tanah Merdeka No. 16-18, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Untuk keterangan lebih lengkapnya kalian sanggup kunjungi web site web site resmi Akper Pasar Rebo.

2. Institut Bisnis Nusantara (IBN)

Kampus di Jakarta Timur selanjutnya yaitu Institut Bisnis Nusantara (IBN). IBN merupakan universitas bisnis yang berada di bawah naungan Yayasan Dasuki Angkosubroto. Kampus ini berdiri pada tahun 1991 dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara. Namun, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional pada 31 Desember 2008 berpindah nama menjadi Institut Bisnis Nusantara (IBN).

3. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)

Kampus di Jakarta Timur yang tidak kalah baiknya berasal dari kampus-kampus lain yaitu Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). UBSI punyai visi menjadikan Universitas unggul di bidang ekonomi kreatif pada tahun 2033. Kampus ini punyai tiga Fakultas yaitu Fakultas Teknik & Informatika, Fakultas Ekonomi & Bisnis, dan Fakultas Komunikasi & Bahasa. Dari ketiga Fakultas berikut UBSI punyai program belajar dengan keseluruhan sebanyak 21 Program Studi atau jurusan.

4. Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti

Kampus di Jakarta Timur selanjutnya yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti. STMA Trisakti Merupakan lembaga perguruan tinggi bidang asuransi pertama di Indinesia dan udah terakresitasi intitusi B oleh BAN-PT. STMA trisakti ini pertama didirikan oleh Yayasan Trisakti pada 10 April 1984 dengan nama Akademi Asuransi Trisaksti (AKASTRI). Kemudian universitas ini berubah wujud menjadi Sekola Tinggi Manajemen Akuntansi (STMA).

Baca Juga : Kenapa Jurusan Pertanian Kurang Disukai Anak Muda ?

5. Universitas Islam Djakarta (UID)

Kampus di Jakarta Timur lainnya yaitu Universitas Islam Djakarta (UID). UID merupakan lembaga perguruan tinggi yang berdiri dibawah naungan Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Djakarta (YWPTID). Kampus yang berdiri pada 14 November 1951 ini beralamat di Jl. Balai Rakyat Utan Kayu Kec. Matraman Jakarta Timur 13120.

Sebagai keliru satu universitas berbasis agama di Jakarta Timur, universitas ini adalah keliru satu area paling baik untuk belajar pengetahuan agama. UID punyai 5 Program Studi Sarjana dan 5 Program Studi Magister yang berberapa berasal dari Program Studi berikut udah terakreditasi A.

6. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)

Kampus di Jakarta Timur sesudah itu yaitu Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Nama Kampus ini terinspirasi berasal dari nama Prof. Dr. Hamka yang punyai spirit luar biasa didalam hal belajar mandiri. Kampus ini terdapat di Jl. Tanah Merdeka, Kp. Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Kampus ini merupakan Universitas Swasta yang punyai 9 fakultas jenjang Sarjana. Selain itu, universitas ini terhitung tawarkan program magister atau S2. Namun, universitas yang tersedia di jakart timur ini merupakan universitas untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang punyai 12 Program Studi.

7. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Kampus di Jakarta Timur yang pertama yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang di awalnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta. Kampus utama UNJ ini beralamat di Jl. Rawamangun Muka, Rt.11/14, Rawamangun, Pulo Gadung. Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13220.

Dibalik menjadi keliru satu universitas paling baik di Jakarta Timur, universitas ini terhitung terhitung PTN dengan biaya terjangkau. Selain itu, Kampus dengan julukan universitas pergerakan ini punyai tujuh fakultas yang sanggup kalilan pilih.

Kelebihan & Prospek Kerja Jurusan Akuntansi

No Comments

Kelebihan & Prospek Kerja Jurusan Akuntansi

Bukan suatu rahasia bila jurusan Akuntansi selalu di buru setiap tahunnya. Namun kebanyakan orang masih menilai hanya dari kelebihan prospek kerjanya saja. Nah, biar kamu makin mantap memilih jurusan ini, berikut adalah kelebihan dari jurusan Akuntansi :

  • Peluang kerjanya sangat menjanjikan.
  • Menjadikan kamu seseorang yang sangat teliti.
  • Membentuk dirimu lebih cekatan dan tanggap.
  • Menambah kemampuanmu mengolah keuangan dengan baik.
  • Mengajarkan kamu sikap yang tanggung jawab.
  • Sangat pas buat kamu yang ingin memiliki bisnis.
  • Membentuk pribadi yang kreatif, cepat dan cerdas.

Prospek Kerja Jurusan Akuntansi

Bukan hanya menjadi akuntan, tapi banyak sekali lapangan kerja yang membutuhkan jurusan ini. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah macam-macam pekerjaan yang bisa diambil saat lulus dari jurusan akuntansi.

Baca juga : Alasan Memilih Jurusan Desain Produk

1. Pegawai Lembaga keuangan pemerintah

Tidak hanya di butuhkan di bidang perusahaan, jurusan akuntansi ini juga sangat di butuhkan di lembaga keuangan pemerintahan. Seperti di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, jurusan akuntansi juga terbuka lebar di berbagai posisi sebagai Pegawai Negeri Sipil.

2. Perencana keuangan

Financial planner adalah seorang tenaga kerja di bidang keuangan yang bertugas untuk mengatur perencanaan keuangan. Nah disini kamu harus terlebih dahulu mengambil Certified Financial Planner (CFP). Berhubungan kebutuhan perencanaan keuangan sangat di butuhkan di era sekarang ini, maka profesi ini sangat di butuhkan.

3. Penganalisa Keuangan

Tugas dari penganalisa keuangan adalah menganalisa untuk mempertimbangkan suatu kebijakan atau keputusan atas suatu kebijakan. Seorang yang ingin menjadi penganalisa keuangan, kamu harus mengambil sertifikat khusus Chartered Financial Analyst (CFA). Namun, kamu harus terlebih dahulu memiliki pengalaman kerja 4 tahun di bidang keuangan.

4. Internal Auditor

Untuk memastikan seluruh laporan keuangan dengan tepat dan benar, kiprah seorang internal auditor sangatlah penting dalam urusan ini. tugas seorang auditor memang sangat krusial. Sehingga kamu disini akan di tuntut menjadi seorang yang sangat professional dalam pemeriksaan keuangan.

5. Akuntan Perusahaan

Setiap perusahaan tentunya membutuhkan ahli akuntan saat pembuatan proses laporan keuangan. Nah, disinilah kiprah para lulusan akuntansi sangat di butuhkan. Biasanya kamu akan mengemban tugas sebagai akuntan public, asisten akuntan, dan akuntan manajer.

Kelebihan Jurusan Psikologi dan Prospek Kerjanya

No Comments

Kelebihan Jurusan Psikologi dan Prospek Kerjanya

Jurusan Psikologi – Kebanyakan siswa yang baru saja lulus bingung akan melanjutkan studinya pada fokus ilmu mana. Karena saat kamu sudah memutuskan untuk kuliah, berarti kamu sudah harus bidang ilmu yang di sukai itu apa. Seperti salah satunya yang belakangan ini banyak di minati yaitu jurusan psikologi.

Baca juga : Fakta Menarik Kuliah Jurusan Kedokteran

Nah, bagi kamu yang sedang bingung memilih jurusan apa untuk kuliah nanti, mungkin memilih jurusan psikolog bisa menjadi pertimbangan. Apa sih kelebihan dan bagaimana sih prospek kerjanya, yuk kita bahas bareng.

Mata kuliah dari jurusan psikologi

Sebelum masuk di kelebihan jurusan psikolog, kita tengok bareng-bareng, sebenarnya jurusan psikolog mempelajari apa saja sih. Dengan melihat apa saja yang di pelajari, nanti kita akan menemukan kelebihan dan prospek kerja yang cocok.

  • Filsafat
  • Statiska
  • Psikologi kepribadian
  • Psikologi klinis
  • Psikologi perkembangan
  • Biopsikologi
  • Psikometri
  • Metodologi Penelitian
  • Mata Kuliah Mengenai Alat-alat Tes
  • Kontruksi Alat Ukur Psikologi

Perlu di ketahui juga jurusan psikologi ini juga sangat berkaitan erat dengan observasi, mengumpulkan dan mengolah data. Jadi bagi kamu yang juga senang dengan kegiatan menghitung atau menyukai matematika, jurusan psikologi juga memiliki kaitan erat dengan ilmu matematika.

Kelebihan Jurusan Psikologi

Nah setelah mengetahui apa saja yang di pelajari, kita jadi tahu arahnya kemana. Berikut beberapa kelebihan jurusan psikologi.

1. Peluang kerja menjadi dosen atau pengajar bidang ilmu Psikologi
2. Secara tidak langsung kamu akan memahami ilmu filsafat
3. Kamu bisa membentuk diri menjadi lebih baik sambil belajar
4. Akan memiliki kharismatik diri
5. Punya kemampuan mengolah data kuantitatif dan kualitatif
6. Kemampuan membuat modul pelatihan/program
7. Belajar hal-hal yang logis dan tentang kepribadian manusia kebanyakan

Prospek kerja psikologi

Lulusan psikologi bukan cuma bisa kerja di bagian HRD saja. Karena ilmu psikologi memiliki banyak penjurusan, maka prospek kerja psikologi dapat di kelompokkan menjadi:

Ahli intervensi sosial

Lulusan di bidang ini umumnya bekerja di pemerintahan atau organisasi sosial untuk menangani masalah di masyarakat.

Ahli psikometri

Pekerjaan di bidang ini umumnya bertugas membuat pengukuran psikologis manusia, misalnya mengukur: motivasi, kebahagiaan hingga kejujuran.

Ahli riset

Biasanya lulusan psikologi di bidang ini bekerja dengan banyak data besar di dalam lembaga survei atau Badan Pusat Statistik.

Konsultan psikologi

Kelompok ini rata-rata bekerjasama dengan pihak ketiga, karena posisi psikolog di sini sebagai penyedia layanan.

Sejarah Universitas Bunda Mulia

No Comments

Sejarah Universitas Bunda Mulia

Universitas Bunda Mulia (Bunda Mulia University atau UBM) adalah perguruan tinggi swasta di Indonesia dengan pusat kegiatan pembelajaran yang terletak di Jakarta Utara, Indonesia.

Baca juga : Sejarah Universitas Bakrie

UBM merupakan salah satu institusi perguruan tinggi yang mengedepankan pengembangan teknologi informasi, manajemen, ilmu komunikasi, budaya dan bahasa. Hal-hal tersebut di kemas dalam satu kesatuan sistem pembelajaran holistik agar para lulusannya memiliki keunggulan kompetitif di bandingkan institusi perguruan tinggi lainnya. UBM mempersiapkan para lulusannya dengan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada pembekalan mahasiswa dalam menghadapi era persaingan bebas dalam tingkat regional ASEAN (Association of South East Asian Nations/Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sejarah

Cikal bakal Universitas Bunda Mulia adalah dari dua sekolah tinggi yang di kelola oleh Yayasan Pendidikan Bunda Mulia, yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) dan Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bunda Mulia.

Bermula dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Bunda Mulia yang didirikan dengan Akta Notaris Mohamad Said Tadjoedin no.108 tanggal 11 Desember 1986. AMIK Bunda Mulia berdiri berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud No. 183/O/1987 tanggal 30 Maret 1987 untuk program studi Manajemen dengan jenjang pendidikan Diploma Tiga (D-III). Pada 1995 berdasarkan SK Dirjen Dikti No.429/Dikti/Kep/1995 tanggal 10 Oktober 1995 AMIK berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Manajemen dan Komputer Bunda Mulia (STMIK Bunda Mulia).

Seiring dengan perkembangan di lingkungan Bunda Mulia, dan juga kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah, STMIK Bunda Mulia berubah menjadi Universitas Bunda Mulia dengan di keluarkannya SK Menteri Pendidikan Nasional No. 73/D/O/2003 pada tanggal 10 Juni 2003, yang memuat pemberian izin penggabungan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) serta penambahan program-program studi baru menjadi Universitas Bunda Mulia.

Logo UBM

Makna Tipografi

Tipografi logo yang merupakan akronim dari Universitas Bunda Mulia, menggunakan huruf kecil mencerminkan kerendahan hati Universitas Bunda Mulia dalam langkahnya kedepan untuk menyiapkan pendidikan yang selalu up to date dan relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lingkaran elips (bulat lonjong) dengan point-point bergradasi melambangkan kurikulum pendidikan UBM yang tidak berhenti untuk meningkatkan kualitas SDM dan terus bergerak selaras dalam pusaran globalisasi serta arus informasi.

Makna Warna

  • Biru adalah warna teknik/teknologi yang menyiratkan ketenangan, kedewasaan, kemantapan dalam berkarya, tapi selalu maju selaras waktu dalam penguasaan teknologi.
  • Kuning krem melambangkan sifat maju dalam berpikir, inovatif, tajam dan cemerlang dalam pemikiran.
  • Abu-abu melambangkan kemajuan pemikiran, kemoderenan, dan keintelegensiaan.

Sejarah Universitas Bakrie

No Comments

Sejarah Universitas Bakrie

Universitas Bakrie (juga disebut U-Bakrie) merupakan sebuah Universitas swasta di Jakarta, Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bakrie. UB saat ini berlokasi di Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR Rasuna Said Kav C–22, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sejarah Universitas Bakrie

Berawal dari pengambil alihan STIE Mulia Persada oleh Yayasan Pendidikan Bakrie, maka pada tahun 2006 STIE Bakrie School of Management (BSM) pun berdiri. Saat itu Bakrie School of Management hanya memiliki 1 program studi, yaitu Management. Pada tahun 2007, Bakrie School of Management memiliki 2 program studi dengan penambahan program studi Akuntansi.

Baca juga : Sejarah Universitas Bunda Mulia

Pada Juli 2009 Yayasan Pendidikan Bakrie (YPB) menetapkan pendirian Universitas Bakrie berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 102/D/0/2009 menggantikan status Bakrie School of Management (BSM) yang semula STIE menjadi Universitas dengan tambahan program studi baru. Pada tanggal 9 Agustus 2010, UB di resmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA.

Beasiswa

Salah satu keunggulan UB adalah program beasiswa yang kontinu dan variatif. Sejak didirikan tahun 2006, UB telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 600 mahasiswa yang di seleksi melalui Ujian Saringan Mahasiswa di 33 provinsi di Indonesia. Sebagian besar mahasiswa UB adalah penerima beasiswa penuh 4 tahun yang di seleksi melalui ujian ketat di berbagai sekolah unggulan di tanah air. Berikut skema beasiswa di Universitas Bakrie di antaranya adalah:

Beasiswa Unggulan

Bebas biaya Sumbangan Prasarana Pendidikan (SPP). Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), dan biaya Satuan Kredit Semester (SKS). Untuk memperoleh Beasiswa Unggulan calon mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) Mandiri UB Computer Based Test (CBT) UMB-PTS sesuai pada tanggal yang sudah di tentukan

Beasiswa Gemilang

Bebas biaya Sumbangan Prasarana Pendidikan (SPP). dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Beasiswa ini di berikan kepada calon mahasiswa baik dari SMA/SMK dengan nilai rata-rata rapor 7. atau mengikuti Ujian Saringan Masuk Mandiri UB dengan tanggal tes yg di tentukan oleh UB.

Beasiswa Cemerlang

Bebas biaya Sumbangan Prasarana Pendidikan (SPP). Untuk memperoleh Beasiswa cemerlang calon mahasiswa dapat mengikuti Ujian Saringan Masuk melalui Ujian Saringan Masuk Mandiri UB, Computer Based Test UMB-PTS dan Jalur Rapor sesuai pada tanggal yang sudah di tentukan oleh P-SPMBN dan UB

Sejarah Universitas Pelita Harapan

No Comments

Sejarah Universitas Pelita Harapan

Universitas Pelita Harapan adalah sebuah perguruan tinggi swasta Kristen yang berlokasi di Tangerang dengan lokasi seperti, Program Sarjana S-1 di Lippo Village, Kelapa Dua, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Program Master Universitas Pelita Harapan terletak di Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejarah Universitas Pelita Harapan

Universitas Pelita Harapan merupakan salah satu universitas swasta di Indonesia yang di dirikan pada bulan September 1994 oleh Ir. Johannes Oentoro dan Dr. (HC) James Riady dari Lippo Group. Awalnya UPH menempati gedung sementara di Gedung Lippo Bank, Kedoya, Jakarta, kemudian pindah ke gedung Menara Asia (saat ini CIMB Niaga), di kota mandiri Lippo Karawaci, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang. Tanggal 27 September 1994 kegiatan perkuliahan di mulai di Menara Asia dengan kurang lebih 250 mahasiwa di 3 fakultas dan 8 jurusan, sementara pembangunan gedung UPH Tower berjalan.

Baca juga : Sejarah Universitas Pancasila

Tahun 1995, semua kegiatan perkuliahan di pindahkan ke UPH Tower. Pada tahun yang sama, Yayasan Pendidikan Pelita Harapan membuka Akademi Pariwisata Pelita Harapan dengan jurusan Manajemen Perhotelan dan Manajemen Usaha Wisata serta Fakultas Ilmu Komunikasi. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan pertambahan jurusan, pembangunan gedung kampus juga bertambah, di mulai dengan Gedung B (2000, awalnya merupakan gedung parkir), Gedung C (2004) Gedung E (2005), Gedung D (2006), dan Gedung F atau UPH Business School (2008).

Pada tahun 2006, UPH juga membuka kelas internasional bagi mereka yang ingin mendapatkan gelar Sarjana di Indonesia. Sedangkan untuk program S2 Master, UPH membuka kelas di kawasan Semanggi, Jakarta. Tahun 2007, UPH membuka cabang di luar Jabodetabek, yaitu di Surabaya, Jawa Timur dengan 6 program sarjana S-1 dan 2 program S-2 master. Dengan menerapkan secara langsung teknologi ke dalam sistem belajar-mengajar. Berbagai teknologi tinggi menjadi fasilitas bagi mahasiswanya, seperti Smart Card (Kartu Mahasiswa UPH), dll.

UPH Festival

UPH Festival merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan di awal tahun ajaran baru dan sebagai bagian dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek). Acara ini di buka untuk umum dan melibatkan berbagai kegiatan di luar orientasi kampus itu sendiri, seperti bazaar, games, seminar umum yang menghadirkan tokoh penting atau public figure, kunjungan siswa SMA, pertandingan bola basket oleh tim UPH Eagles dan 5K Fun Run, kegiatan lari pagi sejauh 5 kilometer di sekitar kawasan Lippo Village.

Penghujung acara dari UPH Festival adalah Closing Ceremony (upacara penutup), yang terdiri dari Human Configuration dimana para mahasiswa baru membentuk formasi atau “flash mob” di lapangan, kemudian di lanjutkan oleh konser musik yang menampilkan para mahasiswa Fakultas Musik dan di akhiri dengan pesta kembang api. Pada tahun 2020 dan 2021, UPH Festival di adakan secara daring di karenakan Pandemi COVID-19 dan beberapa kegiatan tersebut di hadirkan secara virtual melalui YouTube.

Sejarah Universitas Pancasila

No Comments

Sejarah Universitas Pancasila

Universitas Pancasila (UP) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Universitas Pancasila memiliki kampus utama dan kampus pascasarjana. Kampus utama terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sementara, kampus pascasarjana terletak di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca juga : Sejarah Universitas Pelita Harapan

Nama Pancasila di terangkan memiliki kedalaman arti dan sesuai dengan misi UP, yaitu “Memberikan peranan positif dalam pengembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan masyarakat berpancasila, seperti yang di cita-citakan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.”

Dalam hal pengelolaan, pembinaan umum UP berada di bawah naungan yayasan, yaitu Yayasan Pendidikan dan Pembina UP yang di dirikan dengan Akte Notaris G.H.S. Loemban Tobing S.H Nomor : 14 tanggal 19 Januari 1970. Berikut adalah fakultas dan program studi yang ada di Universitas ini :

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  • Fakultas Farmasi.
  • Fakultas Hukum.
  • Fakultas Teknik.
  • Fakutas Ilmu Komunikasi.
  • Fakultas Psikologi.
  • Fakultas Pariwisata.

– Program Studi S1: Akuntansi, Manajemen, Farmasi, Hukum, Teknik Arsitektur, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Komunikasi, Psikologi, Pariwisata

– Program Studi D3: Perpajakan, Akuntansi, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Farmasi

– Pasca Sarjana (S2 dan S3): Ilmu Ekonomi, Ilmu Farmasi, Ilmu Hukum, Ilmu Kenotariatan, Ilmu Kefarmasian, Manajemen, Akuntansi, Teknik Mesin

– Program Profesi: Apoteker

Sejarah Universitas Pancasila

Universitas Pancasila di dirikan pada tanggal 28 Oktober 1966. UP merupakan penggabungan dari Universitas Pancasila (lama) yang di dirikan pada tahun 1963 dan Universitas Bung Karno. Pancasila yang di jadikan nama dari universitas ini sesuai dengan misi yang di emban UP, yaitu “Memberikan peranan positif dalam pengembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan masyarakat ber-Pancasila seperti yang di cita-citakan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.”

Dalam menjalankan roda kehidupan di bidang akademis, pada tahap awal telah tersedia tanah seluas 10.160 m² dan bangunan/gedung seluas 5.196 m² terletak di Jl. Borobudur No. 7 Jakarta Pusat. Tanah dan gedung tersebut di hibahkan dari Departemen Keuangan kepada Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) yang di tandatangani pada tanggal 21 April 1987.

Di samping itu, pada tahun 1985, UP mendapat pinjaman gedung di Jl. Garuda Kemayoran Jakarta Pusat untuk kegiatan perkuliahan Fakultas Ekonomi. Dengan telah selesai di bangunnya gedung Fakultas Ekonomi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada tahun 1988, perkuliahan mahasiswa Fakultas Ekonomi pindah ke gedung yang baru dan secara bertahap di ikuti oleh fakultas yang lain.

Sejarah Universitas Atma Jaya

No Comments

Sejarah Universitas Atma Jaya

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya atau di singkat Unika Atma Jaya adalah sebuah perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta yang di dirikan oleh Yayasan Atma Jaya pada tanggal 1 Juni 1960. Kampus utama Unika Atma Jaya memiliki tiga lokasi yaitu Kampus 1 Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Kampus 2 Pluit, Jakarta Utara, dan Kampus 3 Cisauk, Kab. Tangerang, Banten.

Baca juga : Sejarah Universitаs Mercu Buana

Sejarah

Unika Atma Jaya merupakan buah gagasan yang di bahas pada rapat para Uskup se-Jawa pada Juni 1952. Dalam pertemuan itu di utarakan kemungkinan pembentukan suatu perguruan tinggi Katolik di Indonesia. Di Jakarta gagasan itu terwujud sejak didirikannya Yayasan Atma Jaya oleh sekelompok cendekiawan muda Katolik pada tanggal 1 Juni 1960.

Yayasan inilah yang kemudian mendirikan sebuah perguruan tinggi Katolik dengan nama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Mereka antara lain: Ir. J.P. Cho, Ir. Lo Siang Hien-Ginting, Drs. Goei Tjong Tik, I.J. Kasimo, J.B. Legiman, S.H., Drs. F.X. Frans Seda, J.Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton M. Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, J.E. Tan, Ben Mang Reng Say.

Kampus

Unika Atma Jaya memiliki 3 kampus yang belokasi di Semanggi, Pluit dan BSD.

Semanggi

Kampus Semanggi terletak di daerah pusat bisnis DKI Jakarta yaitu Semanggi, Jakarta Selatan.[4] Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik (Elektro, Mesin, dan Industri), Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknobiologi, dan beberapa program Pascasarjana; Magister Manajemen, Magister Profesi Psikologi, Magister Teknobiologi serta Magister dan Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris.

Pluit

Kampus Pluit terletak di daerah Pluit, Jakarta Utara. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rumah Sakit Atma Jaya beserta Rumah Duka Atma Jaya, dan Museum Anatomi. Prodi di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan meliputi Program Studi Kedokteran dan Program Studi Farmasi (baru di buka pada tahun 2017).

BSD

Unika Atma Jaya membuka kampus baru di BSD mulai Tahun Ajaran 2017. Sejak Agustus 2017, Fakultas Teknik (Program S1) dan Fakultas Teknobiologi (Program Studi S1) dan Program Studi Hospitality and Tourism Management pindah ke Kampus BSD.

Fakultas

Unika Atma Jaya memiliki 8 fakultas dan 14 program studi pasca sarjana, yaitu:

 Fakultas Ekonomi
Program Studi Manajemen
Program Studi Akuntansi
Program Studi Ekonomi Pembangunan
Program Studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)

  • Fakultas Ilmu Administrasi dan Komunikasi Bisnis
    – Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis
    – Program Studi Ilmu Komunikasi
    – Program Studi Pariwisata (Manajemen & Pariwisata)
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
    – Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik
    – Program Studi Bimbingan Konseling
    – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Fakultas Teknik
    – Program Studi Teknik Mesin
    – Program Studi Teknik Elektro
    – Program Studi Teknik Industri
    – Program Studi Sistem Informasi
    – Program Profesi Insinyur
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
    – Program Studi Kedokteran
    – Program Studi Farmasi
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Teknobiologi
    – Program Studi Bioteknologi
    – Program Studi Teknologi Pangan

Sejarah Universitаs Mercu Buana

No Comments

Sejarah Universitas Mercu Buana

Universitas Mercu Buana (di singkat sebagai UMB) adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics tahun 2022, Universitas Mercu Buana merupakan universitas swasta terbaik peringkat ke-11.Secara nasional dan terbaik ke-3 se-DKI Jakarta. Sedangkan menurut AD Scientific Index 2022, Universitas Mercu Buana merupakan PTS terbaik di Indonesia. Selain itu berdasarkan 4 International College and Universities (UniRank) tahun 2022, Universitas Mercu Buana menduduki peringkat 3 PTS Terbaik Se-DKI Jakarta.

Baca juga : Sejarah Universitas Atma Jaya

Sejarah Universitas Mercu Buana

Persiapan Pendirian

Universitas Mercu Buana didirikan secara resmi pada tanggal 22 Oktober 1985 oleh Alm. H. Probosutedjo. Namun jika di tarik lebih mundur kembali, cikal bakal berdirinya Universitas ini tidak terlepas dari Akademi Wiraswasta Dewantara (AWD) yang juga didirikan oleh almarhum pada tanggal 10 November 1981. Nama akademi tersebut berasal dari tokoh Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Akademi ini kemudian di resmikan oleh Adam Malik, Wakil Presiden Indonesia ke-3. Sebelum pembangunan kampus AWD selesai, perkuliahan di lakukan di Gedung Yayasan Tenaka Kerja Indonesia (YTKI) di jalan Gatot Soebroto. Baru pada tahun 1984, kampus AWD yang di beri nama Kampus Menara Bhakti selesai di bangun.

Sejarah UMB di bawah Rektor Pertama (1985-1997)

Univeristas Mercu Buana secara resmi berdiri dan di resmikan di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti yang di ketuai oleh Probosutedjo Alm. H. Probosutedjo. Rektor pertama dari UMB adalah Prof. Dr. (H.C.) Drs. H. Sutan Harun Al-Rasjid Zain yang menjabat tiga periode dari tahun 1985 hingga 1997.

Ia merupakan Guru Besar bidang Ekonomi yang sebelum menjabat Rektor di Universitas Mercu Buana, pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas 1964-1966, Gubernur Sumatera Barat 1966-1977, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta saat itu merangkap anggota MPR RI dan DPA RI. Pada awal Universitas ini berdiri, hanya terdapat 3 fakultas dengan 6 program studi yakni:

Fakultas Teknik:
– Jurusan Teknik Arsitektur.
– Jurusan Teknik Sipil.

Fakultas Pertanian:
– Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis).
– Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi).

Fakultas Ekonomi:
– Jurusan Manajemen.
– Jurusan Akuntansi.

Sejarah UMB di bawah Rektor Kedua (1997-2010)

Di bawah Prof. Dr. Ir. H. Suharyadi, M.S., Fakultas Pertanian di lingkup Universitas Mercu Buana pelan-pelan di tutup. Hal ini ada karena berkurangnya jumlah peminat jurusan pertanian serta kurangnya jumlah dosen. Meski begitu Universitas ini tetap berkembang dengan pesat di bidang lain. Mulai tahun 1997, berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasonal (BAN) nomor 001/BAN-PT/AK-1/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998, serta nomor 008/BAN-PT/AK-IV/VI/2000, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika mendapatkan status baru yakni “Terakreditasi”.

Oleh sebab itu pada tahun 2006, untuk program sarjana dan program di ploma, Universitas ini memiliki 16 (enam belas) jurusan program sarjana (terhitung kedalamnya 4 bidang studi komunikasi), dan 2 (dua) program di ploma tiga sebagai berikut :

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan:
– Jurusan Teknik Arsitektur.
– Jurusan Teknik Sipil.
– Jurusan Desain Interior.
– Desain Grafis dan Multimedia (Sekarang bernama Desain Produk).

Fakultas Teknologi Industri:
– Jurusan Teknik Mesin.
– Jurusan Teknik Elektro.
– Jurusan Teknik Industri.
– Teknik Informatika.
– Sistem Informasi.

Fakultas Ekonomi:
– Jurusan Manajemen.
– Jurusan Akuntansi.
– Program D3 Manajemen Perusahaan.
– Program D3 Akuntansi.

Fakultas Ilmu Komunikasi:
– jurusan komunikasi dengan empat bidang studi.
– Broadcasting.
– Public Relations.
– Marketing Communication and Advertising.
– Visual Communication.

Fakultas Psikologi

Sejarah Universitas Tarumanagara

No Comments

Sejarah Universitas Tarumanagara

Universitas Tarumanagara adalah salah satu universitas swasta tertua yang berada di Jakarta, Indonesia. Nama universitas ini berasal dari nama kerajaan Tarumanagara. Universitas ini berdiri pada tanggal 1 Oktober 1959 dengan di tandai berdirinya “Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara” di bawah naungan “Yayasan Tarumanagara” yang berdiri pada tanggal 18 Juni 1959.

Sejarah Universitas Tarumanagara

Masa Awal

Pemikiran pertama untuk mendirikan suatu perguruan tinggi di cetuskan pada tahun 1957 oleh sekelompok sosiawan di lingkungan Perhimpunan Sosial Candra Naya yang pada waktu itu masih bernama Sin Ming Hui.Atas prakarsa Drs. Kwee Hwat Djien, pada tanggal 18 Juni 1959, mereka menyepakati untuk mendirikan suatu yayasan yang di beri nama Yayasan Tarumanagara yang kemudian di kukuhkan berdirinya melalui Akta Notaris E. Pondaag nomor 54 tanggal 11 September 1959.

Baca juga : Sejarah Universitas Trisakti

Masa Kebangkitan

Bagi Universitas Tarumanagara, tahun 1967 merupakan tahun awal kebangkitan kembali. Pada tahun itu, di resmikan penggunaan kampus di jalan Letjen. S.Parman. Pada waktu itu fakultas, jurusan, dan program studi di konsolidasikan. Kecuali Fakultas bahasa-bahasa modern yang tidak berhasil bangkit kembali, fakultas lainnya dapat bertahan dan di konsolidasikan.

Fakultas ekonomi yang berdiri sejak tahun 1959 dalam bentuk perguruan tinggi ekonomi memiliki Jurusan Ekonomi Perusahaan. Jurusan ini kemudian berubah nama menjadi Jurusan Manajemen dengan Program Studi S1 Manajemen. Dan pada tahun 1972, fakultas ini membuka Jurusan Akuntansi dengan Program Studi S1 Akuntansi.

Fakultas hukum berdiri sejak tahun 1962 tetap bertahan dan kemudian mengelola Program Studi S1 Ilmu Hukum dengan lima program kekhususan berupa hubungan sesama anggota masyarakat, kegiatan bisnis, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, hubungan transnasional, dan hubungan negara dan masyarakat.

Masa Konsolidasi

Untuk menilai mutu perguruan tinggi, Pemrintah telah membentuk Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi untuk mengakreditasi program studi di perguruan tinggi negeri dan swasta. Akreditasi ini mengenal beberapa peringkat yakni peringkat A, B, C, dan D. Terdapat sejumlah syarat untuk mencapai peringkat akreditasi itu. Pemenuhan syarat itu perlu di capai melalui konsolidasi program studi yang ada.

Dalam rangka konsolidasi ini, Universitas Tarumanagara berusaha meningkatkan jumlah dan jenjang jabatan akademik para dosen, meningkatkan prestasi belajar para mahasiswanya. Selain itu, Universitas Tarumanagara berusaha untuk meningkatkan mutu keilmuan di dalam universitas melalui pendidikan lanjut para dosen ke S3 serta meningkatkan kegiatan penelitian ilmiah.

Mutu perguruan tinggi tercermin pada produk universitas yang pada saat ini diarahkan pada produk ilmuan, produk profesional, dan produk ilmu. Ilmuan dan profesional di hasilkan oleh pembelajaran di program studi sedangkan ilmu di hasilkan di lembaga penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan jurnal ilmiah.

Sejarah Universitas Trisakti

No Comments

Sejarah Universitas Trisakti

Universitas Trisakti merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Perguruan tinggi ini di dirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 29 November 1965 melalui Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 013/da/1965 yang di tandatangani oleh Dr. Sjarif Thajeb. Tanggal 29 November ini kemudian di tetapkan sebagai hari kelahiran Universitas Trisakti. Universitas Trisakti terletak di Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Posisi kampus Universitas Trisakti strategis karena berada di pusat kota Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan, kegiatan bisnis, perekonomian dan politik nasional.

Baca juga : Sejarah Universitas Tarumanagara

Sejarah Universitas Trisakti

Universitas Baperki (1958–1962)

Universitas Trisakti pada awal berdirinya di beri nama dengan Universitas Baperki. Di dirikan oleh para petinggi organisasi Baperki pada tahun 1958. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada tahun 1962 nama tersebut berubah kembali menjadi Universitas Res Publica, atau yang lebih di kenal oleh masyarakat pada waktu itu dengan nama URECA. Universitas ini awalnya di bangun untuk menjawab tantangan keterbatasan kesempatan jenjang pendidikan tinggi di tanah air, baik bagi banyak rakyat miskin maupun warga keturunan pada umumnya.

Melihat keadaan ini maka Siauw Giok Tjhan, seorang wartawan dan aktivis politik, yang mana menjabat sebagai ketua umum Baperki pada saat itu, memprakarsai pengumpulan dana yang di galang baik dari kalangan pribumi maupun keturunan guna membangun suatu wadah dan media pembelajaran akademis bagi masyarakat luas.

Universitas Res Publika (1962–1965)

Pemilihan nama Universitas Res Publica itu sendiri diambil dari kepingan pidato kepresidenan yang di sampaikan oleh Presiden Soekarno yang berarti “Untuk Kepentingan Umum”. Sehingga Universitas Res Publica pada waktu itu adalah suatu wadah pendidikan yang di dirikan dan bertujuan untuk mewakili kepentingan rakyat dan masyarakat banyak.

Selang beberapa tahun setelah itu, Indonesia mengalami peristiwa G30SPKI pada tahun 1965. Yang mengakibatkan di bubarkannya Baperki oleh pemerintahan Orde Baru pada tahun 1966. Kejadian tersebut secara langsung menyebabkan pengambil alihan URECA, kembali ke tangan pemerintah. Hal ini di sebabkan karena URECA pada saat itu di golongkan sebagai salah satu kendaraan golongan Komunis Indonesia yang anti Pancasila, dan di anggap telah berkhianat kepada kedaulatan kehidupan kebangsaan dan bernegara.

Universitas Trisakti (1965 – sekarang)

Berdasarkan konsensus tersebut maka Universitas Ini merupakan unit perguruan tinggi swasta pertama dan satu-satunya yang di dirikan oleh pemerintah Republik Indonesia. Pada awal berdirinya Universitas Trisakti hanya terdapat 5 Fakultas, yaitu Fakultas Teknik yang di bawahnya terdapat 5 jurusan (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur & Seni Rupa), Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dengan 2 Jurusan (Ekonomi Perusahaan, Ekonomi Akuntansi), serta Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.

Kampus Universitas Trisakti juga di kenal karena keterterlibatannya dalam peristiwa 12 Mei 1998 atau yang lebih di kenal dengan Tragedi Trisakti yang menyebabkan empat mahasiswa di Universitas meninggal dunia dalam baku tembak oleh aparat keamanan. Sesaat para mahasiswa memutuskan untuk melanjutkan demo dan turun ke jalan. Mahasiswa yang telah gugur adalah: Elang Mulya Lesmana, Hafidhin Royan, Hery Hartanto dan Hendriawan Sie.

Sejarah Universitas Islam Nusantara ( UNINUS )

No Comments

Sejarah Universitas Islam Nusantara ( UNINUS )

Universitas Islam Nusantara (UNINUS) merupakan salah satu perguruan tinggi Islam swasta tertua & bersejarah di Jawa Barat yang berlokasikan di Jl. Soekarno – Hatta No. 530 Kota Bandung. Semula Uninus bernama UNNU (Universitas Nadhlatul Ulama), pada tanggal 15 April 1969 Universitas Nadhlatul Ulama resmi berganti nama menjadi Universitas Islam Nusantara (UNINUS).

Baca juga : Sejarah Universitas Islam Bandung ( UNISBA )

Sejarah Universitas Islam Nusantara

Universitas Islam Nusantara berdiri pada 30 November 1959. Uninus pertama kali di pimpin oleh Rektor Prof. Dr. Achmad Sanusi, S.H., M.P.A.. Kepemimpinannya berada dalam pembinaan Yayasan Universitas Nahdlatul Ulama yang diasuh oleh K.H. Idham Khalid, K.H Subhan Z.E. (Alm.), K.H. Achsien (Alm.), K.H. Habib Utsman Al-Aydarus (Alm.), dan lain-lain dengan K.H.E.Z Muttaqien (Alm.) sebagai pimpinan hariannya. Pada tahap awal di buka Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.

Berkat pembinaan yang sungguh-sungguh, kedua fakultas tersebut berkembang pesat. Sehingga, mulai 18 September 1963, ijazah kedua fakultas di hargai sama dengan ijazah Perguruan Tinggi Negeri sederajat. Gejolak perkembangan kehidupan sosial dan politik di seluruh Nusantara sekitar 1965-1966 mempengaruhi seluruh sendi kehidupan masyarakat beserta peraturannya, termasuk dunia perguruan tinggi. Suasana kehidupan kampus dengan kegiatan tridharmanya tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena segenap sivitas akademika terpanggil untuk bersama-sama dengan para eksponen Angkatan 1966 lainnya mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Selepas gejolak sosial dan politik 1965-1966, segenap unsur sivitas akademika UNNU bersama dengan unsur sivitas akademika dari perguruan tinggi lain, seperti Akademi Pendidikan Agama Islam, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Muhammadiyah Bandung, sepakat bergabung (merger). Lahirlah Universitas Islam Nusantara yang berada dalam pembinaan Yayasan Islam Nusantara (Uninus). Kesepakatan ini membuat semua potensi yang ada dapat di himpun dan di manfaatkan lebih efektif dalam menata suatu perguruan tinggi yang bernapaskan Islam sebagai kebanggaan masyarakat dan bangsa.

Fakultas

  • Fakultas Ekonomi (FKON)
  • Fakultas Hukum (FKUM)
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
  • Fakultas Teknik (FTEK)
  • Fakultas Pertanian (Faperta)
  • Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM)
  • Fakultas Agama Islam (FAI)

Fasilitas

  1. Gedung Rektorat dan Dekan
  2. Gedung Perpustakaan Pusat dan Fakultas
  3. Aula serba guna
  4. Gedung Teater
  5. Laboratorium
  6. Masjid Al Ikhlas
  7. Sarana Olahraga (Lap. Futsal, Basket)
  8. Bank & ATM
  9. Guest House
  10. Free Wi-fi
  11. Lapangan Badminton
  12. Wall Climbing
  13. Tempat Parkir
  14. Tepas FKIP
  15. Taman Mahasiswa
  16. Gedung Alumni
  17. Pujasera
  18. Pondok Pesantren Mahasiswa

Sejarah Universitas Islam Bandung ( UNISBA )

No Comments

Sejarah Universitas Islam Bandung (UNISBA)

Universitas Islam Bandung (UNISBA) adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan paling prestisius di Indonesia yang berkedudukan di Kota Bandung. Lahir atas gagasan para tokoh umat Islam dan tuntutan masyarakat Jawa Barat akan adanya perguruan tinggi yang bernafaskan Islam dan melahirkan intelektual muslim. UNISBA memiliki tujuan pendidikan dalam mewujudkan mujahid (pejuang), mujtahid (peneliti) dan mujaddid (pembaharu) dalam suatu masyarakat ilmiah yang Islami.

Baca juga : Sejarah Universitas Islam Nusantara ( UNINUS )

Sejarah Universitas Islam Bandung

Tahun 1957, sejumlah tokoh umat Islam Jawa Barat bersama beberapa ulama yang pada saat itu menjadi anggota Konstituate, menggagas kaderisasi pemimpin umat yang faqih fiddin pada masa mendatang. Pada tanggal 15 November 1958, gagasan tersebut di wujudkan melalui pendirian Perguruan Islam Tinggi (PIT). Di bawah Yayasan Pendidikan Islam dengan Akta Notaris Lie Kwie Nio, nomor: 42. Para pendiri yang tercantum pada akta Notaris yaitu: Sjafie Soemardja, Chasan Boesoiri, Ahmad Sadali, Oja Somantri, R. Kosasih, R. Sabri Gandanegara, dan Dadang Hermawan.

Pada tahun 2007 Yayasan Pendidikan Islam di ubah dengan Akta Notaris Dadang Abdul Haris Kosidin, S.H., nomor: 07, tertanggal 22 April 2007. Berubah Nama menjadi Yayasan Universitas Islam Bandung (Yayasan UNISBA). Secara filosofis, di balik semua itu terkandung harapan akan pelaksanaan ajaran Islam, dalam arti yang seluas-luasnya, terutama dalam menyiapkan manusia Indonesia yang berpendidikan tinggi, bertanggung jawab terhadap bangsa, negara, dan umat manusia yang berdasarkan pada pencapaian ridha Allah SWT.

Kehadiran perguruan tinggi ini di maksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat, khususnya akan adanya perguruan tinggi bernapaskan Islam di tengah bermacam corak perguruan tinggi pada waktu itu. Pembentukan perguruan tinggi ini mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat Jawa Barat melalui para anggota DPRD-GR Provinsi Jawa Barat.

Sarana Kampus

kampus II UNISBA adalah fasilitas khusus untuk memenuhi kebutuhan program pesantren mahasiswa ataupun berbagai program pelatihan lainnya, yaitu yang berlokasi di kawasan Ciburial–Dago Bandung. Selain udara dan lingkungan yang masih asri, kampus II Ciburial UNISBA menyediakan berbagai fasilitas seperti aula, asrama mahasiswa, masjid, fasilitas olahraga, lapangan parkir, dan area outdoor games.

Laboratorium

Laboratorium merupakan suatu sarana yang di sediakan oleh universitas untuk mendukung praktek mata kuliah yang sedang di laksanakan oleh mahasiswa. Tujuannya yaitu untuk memberikan gambaran secara nyata dan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan atau praktek yang di lakukan di Laboratorium. Adapun Laboratorium yang terdapat di masing-masing fakultas di UNISBA di jelaskan sebagai berikut :

  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Ilmu Komunikasi
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Fakutas Teknik
  • Fakultas Syariah
  • Fakultas Dakwah
  • Fakultas Tarbiyah
  • Laboratorium Bersama
Categories: Pendidikan, Universitas

Sejarah Universitas Katolik Parahyangan

No Comments

Sejarah Universitas Katolik Parahyangan

Universitas Katolik Parahyangan atau di kenal dengan singkatan Unpar) adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang terletak di Kota Bandung, Indonesia berbasis Katolik. Kampus utamanya terletak di Jalan Ciumbuleuit, dan kampus lainnya terletak di Jalan Merdeka, Jalan Aceh, dan Jalan Nias. Sebelum memiliki gedung sendiri di Jalan Merdeka, kegiatan akademis juga sempat menggunakan gedung “Panti Budaya” (sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia yang baru). Unpar memiliki semboyan Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti yang berarti “Berdasarkan Ke Tuhanan Menuntut Ilmu untuk Di baktikan kepada Masyarakat”.

Baca juga : Sejarah Universitas Kristen Maranatha

Universitas Katolik Parahyangan di dirikan pada tahun 1955 oleh pimpinan Gereja Katolik di Jawa Barat, yakni Uskup Bandung Pierre Marin Arntz, O.S.C. dan Uskup Bogor Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.. Hal ini sebagai jawaban atas kurangnya ahli berpendidikan tinggi untuk membangun Indonesia pasca Perang Kemerdekaan.

Sejarah

Universitas Katolik Parahyangan di dirikan pada tanggal 17 Januari 1955, dengan nama Akademi Perniagaan, sebagai buah kerjasama antara Uskup Bandung, Pierre Marin Arntz, O.S.C. dengan Uskup Bogor Prof. Dr. Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.. Status akademi di tingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Sosio-Ekonomi Parahyangan, yang kelak menjadi Fakultas Ekonomi. Pada 15 September 1958, Fakultas Hukum mulai di buka dan sekaligus mengubah nama institusi menjadi Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan. Yayayasan badan penyelenggara Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan di dirikan pada 31 Oktober.

Fakultas Teknik menjadi fakultas ketiga yang di dirikan, setelah dibuka pada tahun 1960 dengan jurusan teknik sipil dan teknik arsitektur. Setahun kemudian, Fakultas Sosial Politik dibuka. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, nama institusi kembali mengalami perubahan dan menjadi Universitas Katolik Parahyangan. Statusnya kemudian menjadi disamakan dengan perguruan tinggi negeri, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 50 tahun 1962. Lembaga Penyelidikan Ilmiah Unpar di dirikan pada tahun 1963 untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana ilmiah.

Akademik

Penerimaan Mahasiswa
Penerimaan mahasiswa baru Universitas Katolik Parahyangan di lakukan dengan mekanisme seleksi yang di lakukan beberapa kali sepanjang tahun. Tingkat kesulitan penerimaan Unpar cukup tinggi di mana untuk tahun 2018 dari 13.716 pendaftar calon mahasiswa, Unpar hanya menerima 2.492 mahasiswa (18.16% penerimaan).

Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)
Jalur PMDK adalah Jalur yang di sediakan untuk Calon mahasiswa Jenjang studi Diploma dan Sarjana yang memiliki Kemampuan baik akademik maupun bakat diatas rata rata yang memilih Unpar sebagai pilihan universitas satu satunya. Calon Mahasiswa yang mengikuti Jalur PMDK tidak perlu menempuh Ujian Saringan Masuk (USM).

Jalur Ujian Saringan Masuk (USM)
Ujian Saringan Masuk adalah ujian yang di adakan di beberapa Lokasi yang telah di tentukan seperti di Kampus Ciumbuleuit dan SMA Mitra. USM di lakukan 3 Kali selama 1 tahun di mana biasanya di lakukan di bulan November, April dan Juni. Jenis dan jumlah mata pelajaran yang di ujikan pada calon mahasiswa di USM berbeda beda tergantung dari Pilihan program studi masing masing Calon Mahasiswa. Calon mahasiswa yang memilih Program Studi Arsitektur wajib mengikuti tes Menggambar, bagi yang memilih Program Studi Teknik Elektro Mekatronika wajib mengikuti tes Fisika Elektro dan yang memilih Program Studi Filsafat wajib mengikuti tes wawancara.

Jalur Penerimaan Khusus Nilai UTBK
Mulai tahun penerimaan Mahasiswa baru tahun 2019, Unpar membuka jalur penerimaan baru yaitu Jalur nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Proses Pembelajaran
Unpar adalah Perguruan tinggi Swasta yang sudah diakui oleh pemerintah dari Tahun 1962 (Status di samakan dengan Perguruan Tinggi Negeri). Unpar Menawarkan 1 program studi jenjang diploma, 1 program profesi, 16 program sarjana, 10 program magister dan 4 program doktor. Program sarjana di tempuh dalam 4 tahun dengan lulus satuan kredit minimal 144, menyelesaikan Skripsi dan mendapat nilai Tes TOEFL 500 untuk mendapat gelar sarjana, sementara untuk Program pascasarjana bervariasi sesuai dengan program studi yang di tempuh.

Universitas Pasundan – Mengenal Arti Lambang

No Comments

Universitas Pasundan - Mengenal Arti Lambang

Sejarah Universitas Pasundan

Universitas Pasundan Bandung atau di kenal dengan Unpas adalah sebuah universitas swasta di Bandung, Indonesia. Memiliki Kampus di lima lokasi, yaitu di Jalan Lengkong Besar No. 68 (Kampus I), Jalan Tamansari No. 6-8 (Kampus II), Jalan Wartawan IV No. 22 (Kampus III), Jalan Dr. Setiabudhi No. 193 (Kampus IV), dan Jalan Sumatra No. 41 (Kampus V).

Baca juga : Sejarah Universitas Telkom

Universitas Pasundan Bandung (Unpas) berdiri tanggal 14 November 1960. Keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan. Sebagai organisasi induk yang lahir tahun 1913. Sehingga esensi dan eksistensinya tidak terlepas dari garapan pengabdian Paguyuban Pasundan, terutama dalam turut mencerdaskan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Unpas telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah universitas terkemuka dan kebanggaan masyaraka. Terbukti dari jumlah mahasiswa yang saat ini terbesar di lingkungan Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten. baccarat online

Mahasiswa Unpas bukan saja berasal dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia, tetapi juga dari mahasiswa asing negara-negara sahabat seperti Thailand, Turki, Malaysia, Singapura, Republik Somalia, Korea Selatan, Timor Leste, Polandia, Hongaria dan Afrika Selatan. Sampai saat ini Universitas Pasundan memiliki 6 Fakultas, 26 Program Studi S1, 5 Program Studi Pascasarjana dan 2 Program Doktor.

Kegiatan akademik di aksanakan oleh dosen berpengalaman yang terdiri dari Guru Besar tetap 32 orang, dosen tetap dengan kualifikasi Doktor sebanyak 85 orang dan Magister sebanyak 254 orang serta 8 orang dosen asing dari Korea Selatan dan China. Pada tahun 2009 UNPAS menjadi salah satu dari 3 PTS se-Indonesia yang mendapat hibah untuk promosi perguruan tinggi tingkat Internasional melalui QS Star.

Arti lambang Universitas Pasudnan

  • Perisai segi lima adalah lambang Pancasila, asas negara yang menjadi pedoman bagi segala usaha serta kegiatan Universitas, di arahkan pada kepentingan negara, bangsa dan agama.
  • Air adalah lambang wanita, keibuan yang tulus dan taqwa kepada Allah SWT, dan berarti pula kesuburan.
  • Bunga Padma adalah lambang kearifan yang mekar indah, abadi, suci sepanjang masa, perlambang kebudayaan.
  • Sayap adalah lambang yang akan membawa pemiliknya ke tingkat yang lebih tinggi demi kemajuan dan kebudayaan.
  • Obor adalah alat penerang yang melambangkan dharma seorang sarjana sebagai juru penerang dan penunjuk jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Islam.
  • Kujang adalah senjata pusaka Sunda yang melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran yang menjadi tugas ilmu pengetahuan.

Arti warna dan lambang

  • Kuning adalah warna jiwa, lambang cahaya, dan kebahagiaan yang menggambarkan kejayaan dan keluhuran budi.
  • Merah adalah lambang semangat dan keberanian.
  • Putih adalah lambang kesucian dan kejujuran.
  • Biru adalah lambang bahtera, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri dan keseimbangan.
  • Coklat adalah lambang tanah Pasundan sebagai pijakan berbudaya.

Sejarah Universitas Telkom

No Comments

Sejarah Universitas Telkom

Universitas Telkom atau Telkom University (Tel-U) adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Tel-U telah beberapa kali menduduki peringkat pertama Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia serta masuk jajaran Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia. Tel-U juga menjadi Universitas Swasta Pertama Indonesia yang Terakreditasi Unggul oleh BAN-PT.

Baca juga : Universitas Pasundan – Mengenal Arti Lambang

Universitas Telkom berdiri pada 14 Agustus 2013 dari gabungan empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Sejarah

Universitas Telkom berdiri pada tanggal 14 Agustus 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 309/E/0/2013. Universitas Telkom adalah penggabungan empat Perguruang Tinggi di bawah Yayasan Pendidikan Telkom, yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Institut Teknologi Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Institut Manajemen Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom). STT Telkom dan STMB Telkom didirikan pada tahun 1990 atas prakarsa PT Telkom yang saat itu di pimpin oleh Direktur Utama Ir. Cacuk Sudarijanto. Kedua sekolah tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki kekhususan pendidikan dalam bidang industri pertelekomunikasian serta teknologi informasi.

Kampus Telkom University bertempat di kawasan Bandung Technoplex. Kampus tersebut merupakan pengembangan kampus STT Telkom yang di resmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada 24 Maret 1994. Pada masa lalu, kawasan tersebut merupakan lokasi penempatan stasiun pemancar radio tertua kedua di Indonesia milik Pemerintah Kolonial Belanda, yang kemudian ikut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 ke berbagai penjuru dunia.

Pada 31 Agustus 2013, Universitas Telkom di resmikan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, di Telkom University Convention Hall,[11] dengan menghadirkan rektor pertama Telkom University, yaitu Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., yang merupakan Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Telkom University memiliki singkatan Tel-U serta moto Creating the Future yang digagas oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada saat Telkom University di dirikan sebagai penggabungan IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom.

Fakultas Universitas Telkom

  • Fakultas Teknik Elektro (FTE)
  • Fakultas Rekayasa Industri (FRI)
  • Fakultas Informatika (FIF)
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
  • Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB)
  • Fakultas Industri Kreatif (FIK)
  • Fakultas Ilmu Terapan (FIT)

Sejarah Universiats Padjadjaran

No Comments

Sejarah Universitas Padjadjaran

Sejarah Universitas Padjadjaran adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Barat, Indonesia. Kampus utama Unpad, terutama untuk Program Sarjana berada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sejak 20 Oktober 2014, status universitas berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dari sebelumnya berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Peresmian itu di tandai dengan peraturan pemerintah (PP) yang di tandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca juga : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Penetapan itu di dasarkan atas evaluasi kinerja yang di lakukan tim independen yang di bentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tertanggal 16 Januari 2014, Unpad mendapat peringkat A (sangat baik).

Sejarah Universitas Padjadjaran

Pemilihan nama “Padjadjaran” yang di gunakan di ambil dari nama kerajaan Sunda, yaitu Pakuan Pajajaran, yang di pimpin oleh Raja Prabu Siliwangi (1473–1513 M). Nama ini adalah nama yang paling terkenal dan di kenang oleh masyarakat Sunda, karena kemasyhuran sosoknya di antara raja-raja yang ada di tatar Sunda pada masa itu.

Sejarah Universitas Padjadjaran di dirikan atas prakarsa para pemuka masyarakat Jawa Barat. Adanya perguruan tinggi tempat pemuda-pemudi Jawa Barat memperoleh pendidikan tinggi untuk mempersiapkan pemimpin pada masa depan. Setelah melalui serangkaian proses, pada tanggal 11 September 1957, Universitas Padjadjaran secara resmi di dirikan melalui Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1957. Di resmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 September 1957.

Pada awal berdirinya, Unpad memiliki 4 fakultas, saat ini telah berkembang menjadi 16 fakultas dan program pascasarjana. Program yang di tawarkan Unpad meliputi program doktor (S-3) terdiri dari 9 program studi, program magister (S-2) terdiri dari 19 program studi, 2 program spesialis, 5 program profesi, dan program sarjana (S-1) terdiri dari 44 program studi, program di ploma III (D-3) terdiri atas 32 program studi dan program di ploma IV (D-4) terdiri atas 1 program studi. Unpad juga memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai wadah untuk mengelola kegiatan penelitian juga pengabdian kepada masyarakat.

Fasilitas Universitas Padjajaran

Pemondokan
Unpad mempunyai pemondokan beragam, terdiri dari Bale Wilasa 1–12. Semua asrama ini di peruntukan untuk mahasiswa, baik untuk mahasiswa reguler, Bidikmisi, maupun mahasiswa asing. Sedangkan mahasiswa tahun pertama yang mengambil jurusan Pendidikan Dokter, Kedokteran Hewan, D4 Kebidanan, dan Farmasi wajib berada di asrama yang di antaranya adalah Bale Wilasa 8–12.

Ruang pertemuanSalah satu gedung pertemuan yang sering di gunakan adalah Graha Sanusi Hadjadinata. Gedung ini mempunyai kapasitas 1000 orang dan sering di gunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar, rapat, dan wisuda. Selain untuk para civitas academica Unpad, gedung ini juga di sewakan untuk umum dan kegiatan resepsi.Selain gedung pertemuan, terdapat juga tiga Balai yang di gunakan untuk kegiatan penunjang kampus, seperti seminar, rapat ataupun di gunakan dalam acara kegiatan kemahasiswaan.

Perpustakaan
Sebagai fasilitas penunjang pendidikan, Unpad mempunyai perpustakaan pusat yang berada di Unpad Jatinangor. Perpustakaan ini di bawah koordinasi UPT Perpustakaan. Dalam operasionalnya, perpustakaan ini menjalankan fungsinya sebagai sarana belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi senantiasa memberikan pelayanan yang baik kepada civitas academica Unpad khususnya, dan masyarakat pengguna lainnya. Sehingga perpustakaan terbuka untuk umum.

Sarana Olahraga

  • Stadion
  • Lapanagn Indoor
  • Lapangan Outdoor

Angkutan Kampus
Untuk menjangkau seluruh gedung fakultas dan mempermudah mobilisasi civitas academica, Unpad memiliki angkutan kampus khusus di Kampus Jatinangor. Angkutan kampus ini terdiri dari:

  • Angkutan Biru: 9 buah
  • Mobil gandengan: 2 buah
  • Angkutan milik luar: 16 buah

Sejarah Institut Pertanian Bogor

No Comments

Sejarah Institut Pertanian Bogor

Sejarah Universitas Institut Pertanian Bogor lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang di mulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor. IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca juga : Universitas Diponegoro ( Sejarah )

Sejarah Institut Pertanian Bogor

Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut di kenal dengan nama Middelbare Landbouwschool Buitenzorg (Sekolah Menengah Pertanian), Middelbare Bosbouwschool Buitenzorg (Sekolah Menengah Kehutanan) dan Nederlandsch Indische Veeartsenschool (Sekolah Kedokteran Hewan Hindia Belanda).

Lahirnya Sejarah Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian di sahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.

Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi lima fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan.

Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian. Pada tahun 1980 IPB membangun laboratorium raksasa di Bukit Daham Ilnuris, Singasari, Jonggol seluas kurang lebih 200 hektare.

Saat ini, kawasan tersebut terbagi dua yaitu 169 hektare untuk UP3J milik Fakultas Peternakan Melalui SK Rektor no. 020/Um/1993 dan 70 hektare Kebun Pendidikan yang di kelola oleh Fakultas Pertanian. Kawasan ini memiliki fungsi sebagai sarana penunjang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, penyuluhan bidang peternakan atau pertanian secara umum.

Fakultas

Program studi di IPB dikelola oleh 11 fakultas/sekolah dan 1 sekolah pascasarjana

  • Fakultas Pertanian
  • Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • Fakultas Peternakan
  • Fakultas Kehutanan dan Lingkungan
  • Fakultas Teknologi Pertanian
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Fakultas Ekonomi dan Manajemen Di arsipkan 2014-09-10 di Wayback Machine.
  • Fakultas Ekologi Manusia
  • Sekolah Pascasarjana
  • Sekolah Bisnis
  • Sekolah Vokasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB merupakan gabungan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dan Lembaga Penelitian (LP). Sebelumnya melalui SK Rektor IPB No. 016 Tahun 1979 dan SK Rektor IPB No. 020 Tahun 1979 telah di bentuk LPM dan LP.

Namun pada tanggal 6 Nopember 2003 melalui SK Rektor IPB No.180/K13/OT/2003 kedua lembaga tersebut di gabung menjadi Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat. Kemudian, pada tanggal 6 Maret 2008, melalui SK Rektor IPB No. 020/I3/OT/2008 berganti nama menjadi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

Institut Pertanian Bogor yang saat ini berstatus BHMN sedang menata diri baik dalam bidang akademik, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Institut Pertanian Bogor di masa yang akan datang di arahkan sebagai universitas berbasis riset, di mana kegiatan pendidikan dan pengabdiannya selalu di dasarkan atau di dukung oleh hasil riset yang di lakukan. Selain itu juga komitmen institut untuk senantiasa meningkatkan kualitas penyelenggaraan perguruan tinggi.

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

No Comments

Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) perguruan tinggi negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia merupakan perguruan tinggi pertama yang didirikan oleh Pemerintah Indonesia setelah Indonesia merdeka. Menurut Sejarah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta berdiri pada tanggal 19 Desember 1949 dengan mengukuhkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1949 tentang Peraturan Tentang Penggabungan Perguruan Tinggi Menjadi Universiteit tanggal 16 Desember 1949.

Baca juga : Sejarah Universitas Institut Teknologi Bandung

Sejarah

Pembentukan

Di ambil dari sejarahnya, Universitas Gadjah Mada merupakan penggabungan dan pendirian kembali dari berbagai balai pendidikan, sekolah tinggi, perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, Klaten, dan Surakarta. Nama Gadjah Mada berawal dari dibentuknya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang terdiri dari Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra. Berdirinya UGM diumumkan di Gedung KNI Malioboro pada tanggal 3 Maret 1946 yang didukung oleh Mr. R. S. Budhyarto Martoatmodjo, Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Mr. Soenario dengan pengurus yaitu Dr. Soleiman, dr. Boentaran Martoatmodjo, Dr. Soeharto, B.P.H. Bintoro, Prof. H. Farid Ma’ruf, Mr. Mangunjudo, K.P.H. Nototaruno, dan Prof. Ir. Rooseno.

Sejak 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta memindahkan ibu kota Republik Indonesia ke Yogyakarta. Dengan maraknya pertempuran antara pejuang kemerdekaan dan Sekutu serta NICA di Jakarta dan Bandung, maka Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung ikut pindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 17 Februari 1946, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung dihidupkan kembali di Yogyakarta dengan para pengajarnya antara lain Prof. Ir. Rooseno dan Prof. Ir. Wreksodhiningrat. Akhirnya tanggal 19 Desember 1949, lahirlah Universitas Gadjah Mada dengan enam fakultas. Menurut Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949, keenam fakultas tersebut adalah :

  • Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti).
  • Fakultas Kedokteran, yang di dalamnya termasuk bagian Farmasi, bagian Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat.
  • Fakultas Pertanian di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan.
  • Fakultas Kedokteran Hewan.
  • Fakultas Hukum, yang di dalamnya termasuk Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi.
  • Fakultas Sastra dan Filsafat, yang di dalamnya termasuk Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.

Sebagai Rektor yang pertama (Presiden) ditetapkan Prof. Dr. M. Sardjito. Pada saat yang sama juga ditetapkan Senat UGM dan Dewan Kurator UGM. Dewan Kurator UGM terdiri dari Ketua Kehormatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Ketua adalah Sri Paku Alam VIII, seorang wakil ketua dan anggota.

Perkembangan

Tahun 1952 Fakultas Hukum, Sosial dan Politik ditambah dengan bagian ekonomi sehingga menjadi Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik HESP). Pada bulan September 1952 Fakultas Pertanian ditambah dengan Bagian Kehutanan, sehingga menjadi Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Sejak September 1955, beberapa fakultas dimekarkan menjadi fakultas-fakultas baru, antara lain :

  • Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi menjadi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi.
  • Bagian Bakaloreat Biologi Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi menjadi Fakultas Biologi.
  • Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik dipecah menjadi tiga fakultas, yaitu: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sosial dan Politik.
  • Fakultas Sastra, Pedagogik dan Filsafat dipecah menjadi tiga fakultas, yaitu: Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Filsafat.
  • Tingkat pengajaran Bakaloreat Ilmu Pasti dan Bakaloreat Ilmu Alam pada Bagian Sipil Fakultas Teknik dijadikan Fakultas Ilmu Pasti dan Alam.
  • Fakultas Ilmu Pendidikan mempunyai dua bagian yaitu Bagian Pendidikan dan Bagian Pendidikan Jasmani.
  • Fakultas Kedokteran Hewan diuubah namanya menjadi Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan.

Pada tahun 1960 Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi dipisahkan menjadi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan serta Fakultas Kedokteran Gigi.

Sejarah Universitas Institut Teknologi Bandung

No Comments

Sejarah Singkat

Sejarah Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) bermula sejak awal abad ke-20, atas prakarsa masyarakat penguasa kala itu. Tujuan awal pendiriannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. Technische Hoogeschool te Bandoeng (sering disingkat menjadi TH te Bandoeng, TH Bandung, atau THS) berdiri tanggal 3 Juli 1920 sebagai sekolah tinggi pertama di Hindia Belanda. TH Bandung dibuka pertama kali dengan satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu bagian yaitu de afdeeling der Weg- en Waterbouwkunde.

Baca juga : Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Menurut Sejarah, Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno, meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil. Lama studi untuk menjadi insinyur adalah empat tahun. Sampai dengan ditutupnya pada tahun 1942, THS memiliki tiga bagian (afdeeling) yaitu sipil (1920), kimia (1940), dan mesin dan listrik (1941) namun dua bagian terakhir belum sempat meluluskan seorang insinyur. Pada masa penjajahan Jepang, upaya untuk membuka kembali perkuliahan TH Bandung ditolak secara tegas, namun kegiatan penelitian di laboratorium-laboratorium yang ada di kampus TH Bandung diizinkan. Komunitas laboratorium tersebut dinamakan Institute of Tropical Scientific Research (Lembaga Penelitian Ilmiah Tropis) yang diawaki oleh banyak staf akademik TH Bandung.

  • Kurun dasawarsa pertama tahun 1960–an ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapkan jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.
  • Kurun dasawarsa kedua tahun 1970–an ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonom. Tingkat keakademian makin meningkat, tetapi penugasan belajar ke luar negeri makin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.
  • Kurun dasawarsa ketiga tahun 1980–an ditandai dengan kepranataan dan proses belajar mengajar yang mulai memasuki era modern dengan sarana fisik kampus yang makin dilengkapi. Jumlah lulusan sarjana makin meningkat dan program pasca sarjana mulai dibuka. Keadaan ini didukung oleh makin membaiknya kondisi sosio-politik dan ekonomi negara.
  • Kurun dasawarsa keempat tahun 1990–an perguruan tinggi teknik yang semula hanya mempunyai satu jurusan pendidikan itu, kini memiliki dua puluh enam Departemen Program Sarjana, termasuk Departemen Sosioteknologi, tiga puluh empat program studi S2/Magister dan tiga bidang studi S3/Doktor yang mencakup unsur-unsur ilmu pengetahuan, teknologi, seni, bisnis dan ilmu-ilmu kemanusiaan.

Fakultas dan Sekolah

Fakultas adalah unit pendidikan di ITB yang memiliki beberapa program studi (dulu departemen), baik di tingkat sarjana, magister, maupun doktor. Sementara itu, sekolah adalah unit pendidikan yang memiliki beberapa program studi dengan bidang keilmuan yang berdekatan.

Misalnya, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB memiliki 6 program studi, yaitu di lingkup keelektroteknikan (teknik elektro, telekomunikasi, biomedis, dan tenaga listrik), serta di lingkup ilmu komputer (teknik informatika dan sistem teknologi informasi). Namun, cakupan keilmuannya dianggap cukup dekat. Oleh karena itu, meskipun jumlah program studi di dalamnya semakin banyak, istilah ‘sekolah’ tersebut tidak diubah menjadi ‘fakultas’.

Secara administratif tidak ada perbedaan yang berarti antara fakultas dan sekolah; perbedaan fakultas dengan sekolah di ITB hanyalah sekadar terminologi. Keduanya dipimpin oleh seorang dekan dengan dibantu oleh 2 orang wakil dekan, yaitu wakil dekan bidang akademik dan wakil dekan bidang sumber daya.

Categories: Pendidikan, Universitas Tags: Tag: , ,

Sejarah Universitas Kristen Maranatha

No Comments

Sejarah Sekilas Universitas Kristen maranatha

Universitas Kristen Maranatha adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, Indonesia berbasis Kristen yang berlokasi di Bandung. Sejarah panjang Universitas Kristen Maranatha dimulai pada tahun 1965 dengan didirikannya Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, yang dirintis oleh Badan Pendidikan Kristen Komisi Pembantu Setempat dari Gereja Kristen Indonesia dan Badan Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kristen dari Gereja Kristen Pasundan, atas anjuran Perkumpulan Intelegensia Kristen Indonesia cabang Bandung. Fakultas Kedokteran mengawali berdirinya Universitas Kristen Maranatha pada masa itu.

Baca juga : Sejarah Universitas Bina Nusantara (BINUS)

Gedung kampus pertama yang terletak di jalan Cihampelas, dibangun pada tahun 1970. Kemudian gedung kampus kedua mulai dibangun pada tahun 1983, berlokasi di jalan Surya Sumantri. Hingga saat ini, pengembangan sarana dan prasarana perkuliahan terus dilakukan di area kampus kedua dengan luas bangunan saat ini 130 ribu meter persegi, seiring dengan rencana pengembangan fisik di lokasi-lokasi strategis lainnya di kota Bandung. Perintisan pada tanggal 11 September 1965 menjadi hari berdirinya Universitas Kristen Maranatha.

Aktivitas Mahasiswa

Kehidupan kampus Universitas Kristen Maranatha diwarnai dengan aktivitas-aktivitas akademik dan nonakademik yang bertujuan mengembangkan diri dan karakter mahasiswa secara utuh. Aktivitas-aktivitas nonakademik yang bersifat ekstrakurikuler difasilitasi dalam berbagai wadah, terutama dalam himpunan mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa. Prestasi-prestasi nonakademik banyak diraih melalui unit-unit kegiatan ini, melengkapi prestasi-prestasi akademik mahasiswa.

Beberapa Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang dikembangkan di dalam kampus antara lain:

  • Kungfu
  • Kendo
  • Aikido
  • Taekwondo
  • Unit Kegiatan Olah Raga (Basket, Futsal, Voli, Tenis, & Badminton)
  • Maranatha Diving Club (MDC)
  • Unit Kegiatan Seni (Band, Modern and Traditional Dance)
  • Voice of Maranatha (VOM)
  • Maranatha Christian University Choir (MCUC)
  • Teater Topeng | Maranatha Photography Club (MAPHAC)
  • Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (MAPEKA)
  • Resimen Mahasiswa (MENWA)
  • Badan Narkotika Nasional
  • AIESEC

Fakultas

1. Fakultas Kedokteran
2. Fakultas Dokter Gigi
3. Fakultas Psikolog
4. Fakultas Teknik
5. Fakultas Teknologi Informasi
6. Fakultas Ekonomi
7. Fakultas Hukum
8. Fakultas Sastra
9. Fakultas Seni Rupa dan Desain

Categories: Jurusan, Pendidikan, Universitas Tags: Tag: , , ,

Sejarah Universitas Bina Nusantara ( Binus )

No Comments

Sejarah

Universitas Bina Nusantara pada awalnya berasal dari sebuah institusi pelatihan komputer Modern Computer Course yang didirikan pada 21 Oktober 1974. Seiring dengan perkembangan, Modern Computer Course kemudian berkembang menjadi Akademi Teknik Komputer (ATK) pada 1 Juli 1981. Akademi ini menawarkan pendidikan manajemen informatika dan teknik informatika. Tiga tahun kemudian pada 13 Juli 1984 ATK mendapatkan status terdaftar dan berubah menjadi AMIK Jakarta. Pada 1 Juli 1985, AMIK membuka kursus di bidang komputerisasi akuntansi. AMIK mulai menggunakan nama Bina Nusantara pada 21 September 1985.

Baca juga : Sejarah Universitas Kristen Maranatha

AMIK mendapatkan penghargaan akademi komputer terbaik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Maret 1986. AMIK Bina Nusantara kemudian membentuk STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) Bina Nusantara pada 1 Juli 1986. Institusi ini kemudian menawarkan program studi sarjana (S1) di bidang manajemen informatika dan teknik informatika.

Pada 9 November 1987 AMIK Bina Nusantara bergabung dengan STMIK Bina Nusantara membentuk satu institusi pendidikan yang menawarkan program studi diploma (D3) dan strata 1 (S1). STMIK Bina Nusantara memperoleh status disamakan untuk semua program studi pada 18 Maret 1992. STMIK Bina Nusantara kemudian membuka program studi pascasarjana manajemen sistem informasi, pertama di Indonesia pada 10 Mei 1993.

Universitas Bina Nusantara kemudian didirikan pada 8 Agustus 1996. STMIK Bina Nusantara kemudian bergabung dengan Universitas Bina Nusantara pada 20 Desember 1998. Saat ini, Universitas Bina Nusantara memiliki program pendidikan: Sekolah Sistem Informasi, Sekolah Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Komunikasi, Sekolah Desain, Fakultas Humaniora, Magister Teknik Informatika, Magister Manajemen Sistem Informasi, Magister Manajemen (Sekolah Bisnis), dan Doktor Riset Manajemen.

Program kuliah satu gelar

  1. Fakultas Ekonomi dan Komunikasi
    – Akuntansi
    – Keuangan
    – Komunikasi Pemasaran
    – Manajemen Hotel (D4)
  2. Fakultas Teknik
    – Arsitektur
    – Teknik Industri
    – Teknik Komputer
    – Teknik Sipil
    – Food Technology
  3. Sekolah Teknik Informatika
    – Teknik Informatika
    – Teknologi dan Aplikasi Bergerak
    – Teknologi dan Aplikasi Permainan
    – Data Science
    – Cyber Security
  4. Sekolah Desain
    – Film
    – Desain Interior
    – Desain Komunikasi Visual Animasi
    – Desain Komunikasi Visual Periklanan Kreatif
  5. Sekolah Sistem Informasi
    – Komputerisasi Akuntansi
    – Sistem Informasi
    – Sistem Informasi Audit
  6. Sekolah Bisnis dan Manajemen
    – Bisnis & Manajemen Internasional
    – Manajemen
    – Pemasaran Internasional
  7. Fakultas Humaniora
    – Hubungan Internasional
    – Hukum Bisnis
    – Psikologi
    – Sastra Tiongkok
    – Sastra Inggris
    – Sastra Jepang
    – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Peringkat

  • Peringkat 11 di Indonesia versi Peringkat universitas dunia Webometrics (2022).
  • Peringkat 13 di Indonesia versi UniRank 4ICU (2022).
  • Peringkat 19 di Indonesia versi SINTA Kemdikbud RI (2022).
  • Peringkat 26 di Indonesia versi Kemdikbud RI (2020).
  • Peringkat 152 di Indonesia versi AD Scientific Index (2022).
  • Top 1000 World University Rankings by Peringkat universitas dunia QS (801-1000).
  • Top 1201+ Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2022.
Categories: Pendidikan, Universitas Tags: Tag: , ,